KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) kembali membanggakan masyarakat Sulawesi Tenggara dengan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada Sabtu, 17 April 2026, mahasiswa dari Unit Kemandirian Mahasiswa UMK berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa berasal dari berbagai program studi di UMK, yaitu Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Bisnis Digital. Mereka berhasil mengalahkan 127 tim peserta dari universitas ternama di seluruh Indonesia dengan inovasi teknologi yang diberi nama “SmartAgri Connect” — sebuah sistem Internet of Things (IoT) terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan di daerah tertinggal.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan talenta muda telah membuahkan hasil yang signifikan. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta di kawasan timur Indonesia mampu bersaing secara setara dengan universitas-universitas besar di Jawa dan Sumatera dalam hal riset dan inovasi.
Latar Belakang: Perjalanan Menuju Puncak Prestasi
Perjalanan tim mahasiswa UMK menuju puncak kompetisi nasional tidaklah singkat. Sejak September 2025, Unit Kemandirium Mahasiswa UMK telah mengidentifikasi mahasiswa-mahasiswa berbakat dengan potensi inovasi tinggi. Pemilihan tim dilakukan melalui serangkaian tes kemampuan teknis, presentasi ide, dan evaluasi potensi pengembangan produk.
Ketua tim, Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa semester delapan Program Studi Teknik Informatika, mengatakan bahwa ide awal SmartAgri Connect lahir dari observasi mendalam terhadap kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara. “Kami melihat bahwa banyak petani lokal masih menggunakan metode konvensional dalam bertani. Produktivitas mereka terhambat karena kurangnya akses informasi real-time tentang kondisi lahan, cuaca, dan kebutuhan irigasi,” ujar Rizki dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Senin, 19 April 2026.
Idenya kemudian berkembang menjadi sebuah sistem yang mengintegrasikan sensor kelembaban tanah, sensor suhu, sensor cuaca, dan kamera monitoring yang tersambung ke aplikasi mobile. Sistem ini memungkinkan petani untuk memantau kondisi pertanian mereka secara real-time dari mana saja, serta menerima rekomendasi otomatis mengenai waktu irigasi yang tepat, prediksi cuaca, dan deteksi dini penyakit tanaman.
Anggota tim lainnya, Siti Nurhaliza (Teknik Elektro, semester tujuh), berperan sebagai lead engineer hardware. Dia merancang rangkaian elektronik dan integrasi sensor-sensor yang digunakan dalam sistem. “Tantangan terbesar adalah membuat sistem yang hemat daya namun tetap memberikan output data yang akurat. Kami menggunakan panel surya mini dan baterai berkapasitas tinggi agar sensor bisa beroperasi selama berbulan-bulan tanpa perlu penggantian daya,” jelas Nurhaliza.
Sementara itu, Andi Wijaya (Teknik Informatika, semester enam) bertanggung jawab mengembangkan backend dan algoritma machine learning yang memprediksi pola cuaca serta memberikan rekomendasi kepada petani. “Kami melatih model AI kami menggunakan data historis cuaca dan hasil pertanian dari 15 tahun terakhir di berbagai daerah di Indonesia,” tambah Wijaya.
Dua anggota tim lainnya, Laila Putri Suhanda (Program Studi Bisnis Digital, semester lima) dan Fadhil Rahman (Teknik Informatika, semester enam), fokus pada aspek bisnis model dan implementasi lapangan. Mereka merancang strategi penetrasi pasar, model subscription, dan sosialisasi teknologi kepada petani target.
Kompetisi yang Ketat dan Persaingan Sengit
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan ajang bergengsi yang disponsori oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta didukung oleh berbagai perusahaan teknologi terkemuka. Kompetisi ini bertujuan untuk menemukan dan mengakselerasi inovasi teknologi muda yang dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat Indonesia.
Fase-fase kompetisi meliputi penyaringan proposal (Januari 2026), presentasi ide di tingkat regional (Februari-Maret 2026), dan grand final di Jakarta (April 2026). Pada fase final, 30 tim terbaik dari seluruh Indonesia dipilih untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, pengusaha teknologi, dan pejabat pemerintah.
Tim UMK berhasil melewati setiap fase dengan skor yang konsisten tinggi. Pada fase penyaringan proposal, mereka masuk dalam 150 proposal terbaik dari 892 proposal yang dikirimkan. Pada fase regional di Sulawesi, mereka meraih peringkat pertama dan lolos ke final nasional. Kemudian pada grand final di Jakarta, dalam sesi presentasi yang berlangsung selama 15 menit, tim UMK menampilkan prototype SmartAgri Connect dengan demo langsung mengenai cara kerja sistem, dampak ekonomi yang dapat diperoleh petani, dan rencana skalabilitas produk.
“Juri sangat terkesan dengan pendekatan holistik tim kami,” kenang Rizki. “Kami tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Kami bahkan memiliki data riset lapangan yang menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 35 persen pada uji coba prototype dengan petani lokal di Kendari.”
Dukungan Unit Kemandirian Mahasiswa dan Kampus
Kesuksesan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Unit Kemandirian Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Kendari. UKM merupakan unit khusus di bawah Rektorat yang bertugas mengidentifikasi, membina, dan mendorong mahasiswa berbakat untuk berkompetisi di tingkat lokal, regional, dan nasional.
Kepala Unit Kemandirian Mahasiswa UMK, Dr. Hendra Suryanto, S.T., M.T., menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian tim. “Ini adalah momen bersejarah bagi UMK. Prestasi ini membuktikan bahwa kami memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, baik dari sisi dosen pembimbing maupun mahasiswa. Unit Kemandirian Mahasiswa telah memberikan pendampingan intensif selama enam bulan, termasuk pelatihan presentasi, workshop teknologi, dan fasilitasi akses ke mentor dari industri,” ujar Dr. Hendra dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kampus UMK pada Selasa, 18 April 2026.
Dr. Hendra menambahkan bahwa UKM juga menyediakan ruang kerja khusus (innovation lab) beserta peralatan dasar untuk pengembangan prototype. “Kami juga mengalokasikan dana hibah untuk tim-tim terpilih yang memiliki potensi tinggi. Dalam hal ini, tim SmartAgri Connect mendapatkan hibah sebesar Rp 25 juta untuk pengembangan prototype dan riset lapangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, M.Sc., memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas prestasi ini. “Sebagai institusi pendidikan, kebanggaan kami bukanlah hanya pada gelar yang dihasilkan, tetapi pada kontribusi nyata lulusan dan mahasiswa kami terhadap pembangunan masyarakat. Inovasi SmartAgri Connect adalah wujud dari misi UMK untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Indonesia,” ujar Prof. Budi dalam sambutannya pada acara penyambutan tim pemenang di aula kampus UMK, Rabu, 19 April 2026.
Prof. Budi juga mengumumkan bahwa pihak kampus akan memberikan dukungan lebih lanjut untuk mengkomersialkan inovasi ini. “UMK akan memfasilitasi pembentukan startup dari produk SmartAgri Connect ini. Kami juga akan menghubungkan tim dengan investor dan mitra potensial dari industri pertanian dan teknologi,” tambahnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Prestasi tim UMK di kompetisi nasional diharapkan memiliki dampak positif yang luas. Pertama, dari sisi akademik, pencapaian ini akan meningkatkan reputasi UMK sebagai institusi yang mampu menghasilkan inovasi berkualitas tinggi. Hal ini diharapkan dapat menarik mahasiswa baru berkualitas, serta meningkatkan kolaborasi dengan universitas lain dan industri.
Kedua, dari sisi implementasi praktis, SmartAgri Connect memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Mengingat bahwa pertanian masih menjadi salah satu pilar ekonomi nasional, namun produktivitasnya terhambat oleh penggunaan teknologi yang masih rendah, inovasi ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Ketiga, pencapaian ini akan menginspirasi mahasiswa-mahasiswa UMK lainnya untuk terus berinovasi dan berkompetuisi. “Kami percaya ini adalah awal dari serangkaian pencapaian yang akan datang. Setiap tahun, kami akan memastikan ada minimal satu tim dari UMK yang berkompetisi di kompetisi inovasi nasional,” jelas Dr. Hendra.
Muhammad Rizki Pratama juga mengungkapkan visi jangka panjangnya. “Kami tidak hanya ingin memenangkan kompetisi, tetapi ingin benar-benar mengubah cara petani Indonesia bercocok tanam. Dalam lima tahun ke depan, kami bertujuan untuk mengimplementasikan SmartAgri Connect di minimal 10 ribu lahan pertanian di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal,” ujarnya dengan penuh semangat.
Penutup
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan talenta tidak hanya terdapat di universitas-universitas besar di Jawa, melainkan tersebar di berbagai belahan Indonesia. Dengan dukungan yang tepat dari institusi pendidikan, mahasiswa dari daerah juga mampu menghasilkan inovasi yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Seiring dengan momen bersejarah ini, diharapkan bahwa prestasi ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan ekosistem inovasi dan entrepreneurship di Sulawesi Tenggara. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk mencapai prestasi tertinggi, dan langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa inovasi-inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat.
Semoga pencapaian tim SmartAgri Connect menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi, dan semoga Universitas Muhammadiyah Kendari terus menjadi inkubator talenta dan inovasi bagi kemajuan bangsa.
—
Artikel ini disusun berdasarkan wawancara dengan narasumber terkait dan informasi resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari.