KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari, bekerja sama dengan Unit Kemandirian Mahasiswa, secara resmi meluncurkan program strategis berjudul “Mahasiswa Mandiri” pada Jumat (19/4/2026). Program komprehensif ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan keterampilan entrepreneurship, pendampingan bisnis, dan akses modal usaha mikro.
Acara peluncuran yang diselenggarakan di Gedung Rapat Bersama Kampus Muhammadiyah Kendari di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, menghadirkan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, dosen pembimbing, pimpinan universitas, dan stakeholder eksternal dari sektor UMKM lokal.
“Program ini lahir dari komitmen kami untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Aisyah Mardiyah, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025–2026, dalam sambutan pembukaan acara.
### Latar Belakang dan Visi Program
Unit Kemandirian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengidentifikasi bahwa mayoritas mahasiswa belum memiliki keterampilan praktis dalam mengelola usaha kecil dan menengah. Analisis yang dilakukan selama enam bulan terakhir menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan universitas di Sulawesi Tenggara masih mencapai angka 8,2 persen, sementara kebutuhan entrepreneur muda terus meningkat sebagai respons terhadap transformasi digital ekonomi.
“Kami melihat gap yang signifikan antara soft skills yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan praktis dunia kerja, khususnya dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal Kendari,” jelas Dr. Muhammad Irfan Bakri, Kepala Unit Kemanusiaan Mahasiswa, dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Program “Mahasiswa Mandiri” dirancang dengan tiga pilar utama: pilar pertama adalah pelatihan keterampilan kewirausahaan yang mencakup business planning, financial management, digital marketing, dan product development. Pilar kedua meliputi pendampingan intensif dari mentor berpengalaman di bidang UMKM selama periode 12 bulan. Pilar ketiga adalah fasilitasi akses modal usaha melalui kerjasama dengan lembaga keuangan lokal dan program pemerintah.
### Mekanisme dan Target Program
Program ini menawarkan keanggotaan terbuka untuk seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tanpa memandang tingkat atau program studi. Peserta akan melalui proses seleksi berbasis portofolio dan motivasi, bukan semata-mata nilai akademik. Target pertama adalah mengrekrut 150 mahasiswa peserta aktif dalam fase peluncuran ini, dengan rencana ekspansi mencapai 500 peserta dalam dua tahun ke depan.
“Kami percaya setiap mahasiswa memiliki potensi untuk menjadi entrepreneur. Yang diperlukan adalah pendampingan yang tepat, mentoring yang intensif, dan akses terhadap sumber daya yang sebelumnya sulit dijangkau,” papar Nur Azisa Putri, Koordinator Program Entrepreneurship, seraya menunjukkan modul pelatihan yang telah disiapkan.
Kurikulum pelatihan dirancang oleh tim akademisi Universitas Muhammadiyah Kendari bersama praktisi UMKM sukses dari Kendari dan Jakarta. Peserta akan mengikuti workshop bulanan yang mencakup topik-topik seperti identifying business opportunities, conducting market research, financial forecasting, dan managing operational challenges. Selain itu, ada komponen mentoring one-on-one yang disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing peserta.
“Kami juga menyediakan ruang kolaborasi, workspace, dan akses internet berkecepatan tinggi melalui Startup Hub yang baru saja direnovasi di gedung Unit Kemandirian Mahasiswa,” lanjut Nur Azisa.
### Dukungan Universitas dan Stakeholder Eksternal
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ade Irawan, M.Si., dalam kesempatan peluncuran menyatakan komitmen penuh universitas terhadap program ini. “Sebagai institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan tanggung jawab sosial dan ekonomi, universitas berkomitmen mendukung sepenuhnya inisiatif ini melalui alokasi anggaran khusus, fasilitasi, dan kerjasama strategis,” ucap Prof. Ade Irawan.
Universitas juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa institusi kunci untuk memperkuat program. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui kepala bidangnya Suryanto, menawarkan dukungan dalam bentuk akses ke skema pembiayaan pemerintah. “Program Mahasiswa Mandiri ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan ekosistem entrepreneur muda. Kami siap membantu peserta yang memiliki business plan layak untuk mengakses kredit ultra mikro dengan bunga subsidi dari program pemerintah,” jelas Suryanto dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Asosiasi UMKM Kendari juga bergabung sebagai mitra. Ketua asosiasi, Haji Bustami, menyatakan bahwa para anggotanya bersedia menjadi mentor dan memberikan ruang magang bagi peserta program. “Kami membutuhkan generasi muda yang energik dan memiliki ide segar. Asosiasi kami membuka 50 slot magang berbayar untuk peserta program Mahasiswa Mandiri selama tahun ini,” ujar Haji Bustami.
### Testimoni dan Antusiasme Mahasiswa
Peluncuran program disambut dengan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa. Dalam sesi registrasi terbuka yang diadakan setelah acara pembukaan, lebih dari 300 mahasiswa langsung mendaftar sebagai peserta interested.
Riska Mardiana, mahasiswa semester 5 Program Studi Manajemen, adalah salah satu yang langsung mendaftar. “Saya sudah lama bermimpi memulai bisnis online, tetapi selalu bingung dari mana harus mulai. Program ini memberikan platform yang saya butuhkan untuk mewujudkan impian tersebut dengan panduan profesional,” ungkapnya antusias.
Sementara itu, Wahyu Pratama, mahasiswa semester 7 Program Studi Teknik Informatika, merencanakan untuk mengembangkan aplikasi mobile untuk UMKM lokal melalui program ini. “Sebagai technical person, saya tahu banyak UMKM membutuhkan digitalisasi. Dengan program ini, saya bisa mengkombinasikan skill teknis saya dengan knowledge bisnis yang proper,” jelasnya.
### Dampak Jangka Panjang dan Harapan
Menurut Dr. Muhammad Irfan Bakri, dampak jangka panjang program ini diharapkan mencakup beberapa dimensi. Pertama adalah peningkatan employment rate dan income level lulusan universitas. Kedua adalah kontribusi pada ekonomi lokal melalui penciptaan usaha mikro dan kecil baru yang berbasis di Kendari. Ketiga adalah penguatan ekosistem entrepreneurship di kampus yang dapat menjadi model untuk universitas lain.
“Target kami adalah dalam tiga tahun pertama, minimal 30 persen peserta program telah membuka usaha mereka sendiri, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Dari aspek ekonomi lokal, kami menargetkan penciptaan minimal 200 lapangan kerja baru, terutama untuk sesama mahasiswa dan lulusan dari universitas lain,” papar Dr. Irfan.
Program ini juga akan didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. Setiap semester, akan dilakukan assessment terhadap progress peserta, dengan publikasi case studies dari success stories untuk menginspirasi peserta lain.
### Penutup
Peluncuran Program “Mahasiswa Mandiri” menandai babak baru dalam upaya Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencetak generasi yang tidak hanya berwawasan tetapi juga ekonomi mandiri. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, organisasi kemahasiswaan yang solid, dan kemitraan strategis dengan institusi eksternal, program ini memiliki fondasi kuat untuk sukses.
Komitmen BEM dan Unit Kemandirian Mahasiswa untuk terus berinovasi dan merespons kebutuhan mahasiswa membuktikan bahwa organisasi mahasiswa masih menjadi motor penggerak perubahan positif di kampus. Diharapkan, program ini menjadi tonggak awal bagi terciptanya ekosistem entrepreneurship yang kuat di Universitas Muhammadiyah Kendari dan dampak positif bagi pengembangan ekonomi Kendari secara luas.
Pendaftaran peserta Program “Mahasiswa Mandiri” masih dibuka hingga 30 Mei 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kantor Unit Kemandirian Mahasiswa atau akun media sosial resmi BEM Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Artikel ini didasarkan pada pengamatan langsung dan wawancara dengan narasumber di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026.