KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Kemandirian Mahasiswa (UKM) resmi meluncurkan program tahunan Festival Seni dan Olahraga Terpadu (FeSTO) 2026 pada hari Senin, 31 Maret 2026. Inisiatif yang ambisius ini dirancang sebagai wahana komprehensif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan potensi seni, budaya, dan kemampuan atletik mereka dalam satu platform terpadu.
Festival yang akan diselenggarakan selama dua bulan penuh, mulai April hingga Mei 2026, menampilkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan minimal 45 organisasi mahasiswa dan lebih dari 3.500 peserta aktif. Acara ini menjadi salah satu inisiatif terbesar yang pernah digagas oleh Unit Kemandirian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari sejak berdirinya unit tersebut lima tahun lalu.
Latar Belakang dan Tujuan Inisiatif
Unit Kemandirian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan lembaga internal yang bertugas mengkoordinasikan seluruh organisasi mahasiswa, mengembangkan potensi diri mahasiswa, dan menciptakan ekosistem kampus yang dinamis serta inklusif. Selama ini, berbagai kegiatan seni dan olahraga diselenggarakan secara terpisah-pisah oleh masing-masing organisasi mahasiswa, sehingga kurang memberikan dampak maksimal dan terbatas pada audiens internal.
Merespons situasi tersebut, manajemen UKM Universitas Muhammadiyah Kendari mengambil inisiatif untuk menciptakan festival terintegrasi yang menggabungkan semua aspek kehidupan akademik mahasiswa. Konsep FeSTO 2026 lahir dari riset mendalam terhadap kebutuhan mahasiswa dan masukan dari berbagai stakeholder internal kampus.
“Kami melihat banyak talenta yang terpendam dan belum mendapat ruang yang cukup untuk bersinar. Festival ini adalah upaya kami untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan setiap mahasiswa menunjukkan kemampuannya, baik di bidang seni maupun olahraga,” ujar Muhammad Irfan, Ketua Unit Kemandirian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers pembukaan festival yang diselenggarakan di Aula Kampus Utama, Rabu sore (31 Maret 2026).
Struktur dan Kategori Pertandingan
Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 dibagi menjadi dua segmen utama, yaitu cabang olahraga dan cabang seni budaya. Untuk segmen olahraga, panitia telah menyiapkan 12 cabang olahraga yang akan dilombakan, antara lain: sepak bola, bola voli, bola basket, tenis meja, badminton, catur, futsal, taekwondo, renang, lari maraton, pencak silat, dan athletics (lompat jauh, lompat tinggi, lempar cakram).
Sementara itu, segmen seni budaya mencakup 18 kategori pertunjukan dan pameran, meliputi: tari tradisional, tari modern, musik (solo dan kelompok), teater, puisi, karya seni rupa, fotografi, desain grafis, fashion show, baca puisi, debat seni, dekorasi interior, kuliner tradisional, dan fashion desain.
Setiap cabang olahraga akan menggunakan sistem poin untuk menentukan juara umum. Para peserta diundi ke dalam beberapa divisi berdasarkan tingkat kesulitan dan pengalaman untuk memastikan kompetisi yang fair dan sehat. Sementara untuk kategori seni budaya, penilaian dilakukan oleh juri profesional yang terdiri dari dosen, praktisi seni, dan tokoh budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Kepala Bidang Olahraga UKM, Dwi Cahyana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini menuntut persiapan matang dan koordinasi lintas organisasi. “Kami telah melakukan persiapan intensif sejak Januari lalu. Setiap organisasi mahasiswa bertanggung jawab terhadap kegiatan mereka masing-masing, namun tetap dalam koordinasi dan supervisi UKM. Tim kami telah melatih referee, menyiapkan peralatan, dan memastikan keamanan serta kenyamanan semua peserta,” ungkap Dwi dalam sesi wawancara khusus.
Melibatkan Mahasiswa dari Berbagai Fakultas
Salah satu keunikan FeSTO 2026 adalah partisipasi lintas fakultas yang luas. Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki delapan fakultas, yaitu: Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Kesehatan, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Setiap fakultas didorong untuk membentuk tim yang solid dan merepresentasikan semangat akademik mereka. Tidak hanya itu, UKM juga mengundang mahasiswa non-aktif organisasi untuk turut serta dalam festival ini. Hal ini mencerminkan komitmen UKM dalam menciptakan inklusi maksimal dan memberikan kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk berkontribusi.
Seorang peserta dari Fakultas Teknik, Andi Pratama (22 tahun), mahasiswa tingkat ketiga Prodi Teknik Sipil, mengungkapkan antusiasmenya terhadap festival ini. “Saya sangat senang ada festival seperti ini. Biasanya, saya fokus pada akademik dan kegiatan organisasi di Himpunan Mahasiswa Prodi saja. Kali ini, saya bisa ikut main futsal dan juga mendukung teman-teman dari jurusan lain di berbagai cabang olahraga dan seni. Ini kesempatan bagus untuk networking dan punya pengalaman berharga,” katanya dengan antusias.
Komitmen Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Haeruddin, M.Sc., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif FeSTO 2026. Dalam pidato pembukaan, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan pengembangan karakter mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreativitas tinggi, dan kesehatan fisik yang baik. Festival Seni dan Olahraga Terpadu adalah manifestasi dari komitmen tersebut. Kami percaya bahwa melalui kegiatan seni dan olahraga, mahasiswa dapat belajar tentang kerja sama tim, disiplin, semangat juara, apresiasi terhadap keberagaman budaya, dan nilai-nilai luhur yang akan membentuk kepribadian mereka sebagai pemimpin masa depan,” ujar Prof. Haeruddin dalam acara launching.
Lebih lanjut, Rektor menjanjikan dukungan infrastruktur dan pendanaan yang memadai untuk menyelenggarakan festival ini dengan standar internasional. Pihak universitas telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 2,5 miliar untuk mendukung penyelenggaraan FeSTO 2026, termasuk: penyediaan venue, equipment, honorarium juri, prize pool, dan dokumentasi.
Inovasi dalam Penyelenggaraan Festival
UKM Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengintegrasikan teknologi digital dalam penyelenggaraan festival ini. Panitia telah mengembangkan aplikasi mobile khusus yang memudahkan peserta untuk mendaftar, melihat jadwal pertandingan, dan mengakses informasi real-time mengenai hasil pertandingan dan pembaruan acara.
Kepala Bidang Seni dan Budaya UKM, Siti Nurhaliza, menjelaskan inovasi digital ini dengan detail. “Aplikasi FeSTO 2026 tersedia di platform iOS dan Android. Melalui aplikasi ini, peserta bisa melihat bracket pertandingan, jadwal pertunjukan, lokasi venue, dan bahkan live streaming untuk beberapa pertandingan besar. Kami juga menyediakan fitur voting online untuk event-event seni tertentu, sehingga partisipasi bisa lebih meluas hingga ke mahasiswa yang tidak bisa hadir secara fisik,” jelas Siti dengan detail teknis.
Selain itu, UKM juga bermitra dengan media lokal dan platform media sosial untuk memberikan liputan yang komprehensif. Universitas Muhammadiyah Kendari bekerja sama dengan stasiun televisi lokal Sulawesi Tenggara untuk menayangkan highlight pertandingan olahraga dan pertunjukan seni budaya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan melibatkan lebih dari 3.500 mahasiswa dari 45 organisasi, FeSTO 2026 diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Selain meningkatkan kolaborasi dan solidaritas antarorganisasi, festival ini juga diharapkan dapat membangun brand awareness kampus sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan holistik mahasiswa.
Dari perspektif kesehatan dan kebugaran, festival ini juga berkontribusi pada peningkatan gaya hidup sehat di kalangan mahasiswa. Dalam era digital dengan tingginya penggunaan gadget, kegiatan olahraga seperti ini menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan aktivitas fisik mahasiswa.
Sementara dari aspek budaya, festival seni ini menjadi wadah untuk melestarikan warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Banyak organisasi mahasiswa yang memasukkan unsur budaya lokal dalam pertunjukan mereka, sehingga festival ini secara tidak langsung berperan sebagai media edukasi tentang kearifan lokal.
Penutup
Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Kemandirian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti konkret komitmen kampus dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Dengan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, festival ini menciptakan sinergi yang kuat dan membangun komunitas kampus yang lebih solid dan kreatif.
Rangkaian acara yang akan berlangsung hingga akhir Mei 2026 ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi peserta, tetapi juga menginspirasi kampus-kampus lain untuk mengadakan inisiatif serupa. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa kesuksesan institusi pendidikan tidak hanya terukur dari pencapaian akademik, melainkan juga dari sejauh mana kampus mampu memberdayakan mahasiswa dalam segala aspek kehidupan mereka.
Dengan dukungan pimpinan universitas, koordinasi solid dari UKM, dan semangat tinggi dari seluruh mahasiswa, Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 siap menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengasah talenta dan karakter generasi pemimpin masa depan.